Senyum :-) February 4, 2009
Posted by ejemy in My Diary.Tags: Catatan ga mutu, Catatanku
2 comments
“Le Kamu itu senyum dong kalo ketemu tetangga….” kata-kata itu sangat sering saya dengar dari Ibu saya (seinget saya sech sejak SMP sampai saya kerja
) saya memang anak yang sangat jarang sekali tersenyum (sebenernya saya sangat khawatir orang yg saja ajak senyum itu tidak membalas :-p makanya sangat jarang senyum) tapi percaya dech dibalik penampilan saya yang jrng senyum pada dasarnya saya adalah orang ramah
.
Suatu ketika, seperti biasa saya berangkat kerja dan di gank sempit itu saya melihat Motor RX King yang memenuhi gang sempit itu (pufh…..) dengan tergopoh seorang pria paruh baya (sepertinya tukang tempe, karena memang dimotor itu ada keranjang dikanan dan kirinya yang berisi tempe) “Maaf mas, motor saya menghalangi jalan yach…..” (dengan senyum penuh penyesalan tukang tempe itu minta maaf) saya ndak balas ucapan maafnya, saya cuma senyum aja (saya yakin dengan senyum saya yang manis yang sempet meluluhkan hati banyak gadis cantik tukang tempe itu mengerti bahwa saya sudah memaafkan).
Saya sudah melewatkan ‘accident’ di gank sempit itu, suatu hari saat saya mau bekerja (lagi) saya bertemu tukang tempe itu dijalan ‘besar’ dan dia menganggukkan kepala serta tersenyum dengan tulus (jujur saya tersentak, ternyata sebuah senyum yang tulus itu saya seolah sudah mengenal lama tukang tempe itu…..) kejadian ini terus berulang (jika saya bertemu) disuatu kesempatan bahkan saya berusaha tersenyum terlebih dahulu sebelum beliau. Saya baru memahami arti ‘besar’ sebuah senyuman, jadi teringat kata-kata orang bijak “Senyum adalah sebuah lengkungan yang meluruskan segala sesuatunya”.
Selang beberapa lama saya tidak lagi menjumpai tukang tempe yang ‘murah senyum itu’ menurut Ibu saya beliau sudah meninggal dunia karena kecelakaan (Ya Allah terimalah segala amal ibadahnya dan ampuni segala dosanya), saya cukup tersentak mendengar berita duka itu…..
———-
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Ibu saya yang selalu memberikan dukungan kepada saya dan semua anaknya, dan sebagai gerakan untuk selalu tersenyum dengan tulus….
GOLPUT Haram! January 28, 2009
Posted by ejemy in My Diary.Tags: Catatan ga mutu
add a comment
Hari ini agak kaget juga dengar keputusan MUI tentang Golput haram…Jujur aja saya bukan termasuk orang Golput (Golongan Putih) lha wong kulit saya hit…eh coklat
jadi saya golkat :-p atau Golongan Coklat…..
Ayolah Jemy….please dunk…serius…..he..he..he.. Ok kali ini serius :-p saya memang salah satu dari sekian ribu (bahkan mungkin juta) warga negara Indonesia yang tidak menyalurkan aspirasi saya saat pemilu (wah….ternyata kamu golput yach….) oh itu namanya Golput?? :-p (come on Jemy!) ok..ok….kalo boleh jujur, saya cape, bosan, BT dengar berita Korupsi di negri tercinta ini. memang sungguh Ironis apalagi beberpa tahun belakangan banyak ‘oknum’ yang katanya wakil rakyat dan digaji oleh rakyat itu banyak yang ditangkap karena korupsi, pelecehan seksual dan segala macam skandal ‘murahan’ lainnya.
Mereka yang dulu sering berbicara manis (demi imbalan suara dari pemilihnya) tiba-tiba tuli melihat keprihatinan rakyat. mungkin para pembaca setia blog ejemy (hayah…:-p) bosan juga mendengan ‘case’ study banding ke luar negeri. tapi lihat tetap aja mereka lakukan! kenapa? jangan tanya saya karena merekalah yang seharusnya menjawab
back to topic tentang haram….saya belajar mengaji sejak saya kecil, belum pernah saya mendengar satupun ayat di alquran maupun hadits nabi tentang golput haram…mungkin karena keterbatasan Ilmu saya….
Mohon maaf juga buat para caleg saya belum bisa ‘menyumbangkan’ suara saya….sekali lagi maaf…..
Jam January 16, 2009
Posted by ejemy in My Diary, Wonderfull Story.Tags: Catatanku, cerita menarik
add a comment
Oops…. Tiba-tiba aja jam kesayangan ku putus talinya
apa udah kelamaan yach. jam model plastik Q&Q ini adalah salah satu jam favorit saya sejak masih di ‘high school’ kalo di itung2 udah 3x punya model jam seperti ini
.
Tiga minggu berselang semenjak putusnya tali jam, saya ndak sempet2 ganti talinya he he he…..nah pas kemarin saya lihat ada tukang jam didepan indomart deket kantor, saya bulatkan tekat (supaya ga lupa) untuk mampir nanti sepulang kerja
.
ada yang istimewa ketika saya menghampiri tukang jam itu (karena hanya etalase mobile (yang bisa didorong) kmana orangnya yach?? ternyata……dibalik display pajangannya tukang jam itu sedang mangaji……seperti ada perasaan malu didiri saya
melihat tukang jam yang notabenenya kaki lima (bahkan mengais rezeki yang belum tentu ada tiap harinya) dia sempat membaca kitab suci…..Ya Allah limpahkanlah rezeki tukang jam itu dan saya, berikanlah keteguhan iman untuk tetap membaca asma Mu…..amien….
ok, sekarang selamat menikmati cerita tentang jam (saya copy paste dari milist sebelah
)
Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang
dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak
31,104,000 kali selama setahun?”
“Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”
“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?”
“Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping
seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.
“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”
“Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja
jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.
“Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”
“Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar
biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa
henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu
terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita
ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk
dilakukan sekalipun.
Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya.
Perpanjang SIM, Siapa takut!… January 13, 2009
Posted by ejemy in My Diary.Tags: Catatanku, Curhatan harian
1 comment so far
suatu pagi dia awal january 2009…
Saya terkejut, ternyata sejak tgl xx (sensored ) Des 2008 SIM C saya sudah habis mas berlakunya
saya langsung panik…sebagai warga negara yang baik, taat hukum dan tampan
(mohon jangan protes yach… :-p) saya merasa bersalah berarti beberapa hari ini saya mengendarai tanpa lisensi
(
Pucuk dicinta ulampun tiba….mungkin itu ungkapan yang cocok buat saya…..tnyata kamis 8 January kantor libur
tapi diganti masuk hari sabtu
nah waktu libur itu saya manfaatkan untuk ke Polres Bogor (itu lho kantor polisi yang berada dikomplek PEMDA Kabupaten Bogor)
Sebelum ke POLRES, saya dengan berat hati menarik cadangan devisa tunai saya di ATM. sengaja saya siapkan dana segar Rp. 300.000,- karena saya cinta rupiah dan ga mungkin dech bayar di POLRES pake USD :-p dengan asumsi 5 tahun yang lalu saya bikin SIM Rp. 150.000,-
Sudah menjadi rahasia umum, biasanya kalo kita ke Kantor polisi banyak ‘oknum’ entah berseragam atau tidak menawarkan bantuan (baca: calo) untuk mengurus sesuatu (termasuk SIM ini). tapi…….ternyata tidak ada saudara-saudara (yach POLRES Bogor bener-bener tertib, rapih dan bebas pungli……asli beneran ini bukan iklan
) . akhirnya saya sampai ketempat pendaftaran, ambil map (sekali lagi tanpa biaya) dan diberi petunjuk agar mengikuti test kesehatan. Mulailah saya mencari dimana letak tempat test kesehatan itu….saya coba tanya seorang aparat, dan jawabannya sangat ramah bahkan saya diberi petunjuk (ini baru ‘aparat’ melayani dan melindungi….:D) sayang di tempat test kesehatan dokter (entah dokter atau perawat ga jelas soalnya) kurang welcome dan terkesan galak, udah gitu testnya juga terkesan buru-buru (maklum mememang banyak antrian) secara global sech cuma diukur tekanan darah dan tinggi badan. disini terdapat biaya test kesehatan sebesar Rp. 15.000,-
setelah itu saya kembali membawa map ke tempat pendaftaran (disana dibedakan antara pembuatan SIM baru dan perpanjang) saya pilih perpanjang. polwan yang ramah memberi petunjuk ke saya agar memasuki sebuah gedung yang terdiri banyak loket (dan banyak antrian juga) tidak lama kemudian saya dipanggil dan harus membayar Rp. 60.000,- (iya nominal yang sama seperti yang tertera di papan pengumuman, sekedar informasi ini jarang sekali terjadi
) tidak lama kemudian saya dipanggil untuk foto dan sidik jari kemudian antri kembali……dan ending nya saya dipanggil untuk pengambilan SIM + Asuransi Rp. 15.000,- selesailah SIM C saya. total biaya keseluruhan hanya Rp. 90.000,-
Well…ini kabar gembira buat saya dan warga Kabupaten Bogor tentu saja, karena selain mudah, nyaman, cepat dan juga MURAH!!
. semoga saja ini terus berlanjut BRAVO Pak POLISI!!!!! dan semoga saja pengurusan dokumen lainnya (STNK, AKTA Kelahiran, Sertifikat Tanah, Paspor) dll… bisa mengikuti jejak yang telah dilakukan POLRES Bogor ini…..Amien……